Bismillahirrahminirrahim..
Inilah teman, ingin ana kongsikan. Belum jauh kebelakangan ana mendapatkan titipan ini. Aduhai, sehingga ke hari ini terlalu mengharukan. Sehingga hati menjadi pasti, ana terlalu jauh untuk layak kepadanya. Maka berbahagialah duhai tentera Allah. ana kongsikan segugus tinta tulus yang pernah mewarnai sejarah lipatan hidup ini. Tekunilah teman..
Suami, Isteri
‘Afwan, ana terpaksa harus tetap menulis bagian ini dengan sudut pandang laki-laki.
Sunyi jalan menuju Allah
Menggamit hati, mencari teman
Indah jalan menuju Allah
Jika teman seperti Khadijah, masih ada lagi
(in-team: Siti Khadijah)
Mungkin saja suatu malam, menjelang pagi barangkali, kita segera terbangun padahal sedang bermimpi dahi kita dikecup bidadari. Dan ketika kita membuka mata, ‘bidadari’ itu memandangi kita sambil mengenakan mukenanya(telekung), “Shalat yuk!” Isteri kita, separuh agaman, penjaga ketaatan kita padaNya.
Isteri, labuhan kita dari dunia yang bergejolak tak ramah. Dalam belaiannya, ada kelembutan, ada ketenteraman, ada cinta, ada kehangatan. Tahukah juga kita segalanya kelelahannya? Mungkin ia merasa sangat pegal, ingin sekali di urut dan di pijat. Ketika kita pulang, belum sempat ia berucap, lisan kita sudah memberondongnya dengan banyak keluhan dan permintaan. Mungkin sekali ia ingin terlelap sejenak, tapi kita sudah mengganggunya dengan kerewelan-kerewelan. Mungkin juga, ia ingin menangis, tapi kita telah terisak mengadu dan berkeluh di pangkuannya sebelum sempat dia ucapkan sepatah kata.
Isteri, arah kita berlari dari yang haram menuju yang halal. Berlari dari dosa mencari pahala. Berlari dari hina menuju mulia. Berlari dari tempat maksiat ke tempat ibadat. Berlari dari syaithan yang keji menuju isteri yang suci. Bukankah itu bisa berarti berlari dari neraka menuju surga? Subhanallah, kapanpun kita pulang, kita berharap surga itu memang selalu hadir ke rumah kita. Sudahkah dia mendapati kemanfaatan dai keadaan kita yaa ikhwan?
Kaulah lambang cinta sejati
Serikandi pertama tika Islam bermula
Hatimu menyalakan keyakinan
Hartamu membuktikan pengorbanan
(in-team Siti Khadijah)
dalam harapku untuk nya, ya Robbi
Demikianlah teman. syahdu nian. SubhanAllah..
10:39 PM
Wanisa ibnu Roslee
Posted in 





No Response to "~secebis ingatan~"
Post a Comment